Maaf Tolong Terima Kasih

Maaf, Tolong, Terima Kasih
Maaf, Tolong, Terima Kasih

Ketika sedang mencari buku di sebuah toko buku ternama, saya melihat ada sebuah pecahan kaca cukup besar di lantai dan saya pikir hal tersebut bisa membahayakan untuk para pengunjung. Saya coba lakukan social test sejenak, para pengunjung berjalan tidak mempedulikan, para pegawai toko buku pun berjalan santai tidak ada respon. Well, akhirnya saya putuskan untuk memanggil salah satu pegawai dan meminta tolong untuk menyingkirkan pecahan kaca tersebut. Setelah itu pegawai tersebut mengambil pecahan kaca dan langsung pergi begitu saja, tidak ada permintaan maaf, tidak ada ucapan terima kasih.

Pada lain kesempatan, saya sedang dalam pesawat dan baru saja mendarat di bandara. Ada seorang ibu paruh baya yang kesulitan menurunkan kopernya dari kabin. Karena saya berada di sebelahnya, maka saya bantu ibu tersebut untuk menurunkan kopernya. Setelah itu sang ibu langsung saja pergi tanpa mengucapkan satu kata pun.


Kedua cerita di atas bukan bertujuan untuk menunjukkan kalau saya haus akan ucapan terima kasih. NO NO NO. Cerita tersebut menunjukkan bahwa masih ada orang-orang yang tidak mengerti bagaimana cara untuk menghargai orang lain. Menurut saya, ketika seseorang sudah bisa menghargai dan menghormati orang lain, maka orang tersebut sudah melakukan revolusi mental ke arah yang lebih baik – sesuatu yang dibutuhkan oleh negara Indonesia ini.

Cara yang paling sederhana untuk bisa menghormati dan menghargai orang lain menurut saya dapat dilakukan dalam ketiga hal berikut:

  1. Meminta maaf secara baik dan wajar
  2. Meminta tolong secara baik dan wajar
  3. Mengucapkan terima kasih secara baik dan wajar

Secara “baik” di sini artinya secara tulus dan sepenuh hati meminta maaf, meminta tolong, dan mengucapkan terima kasih. Apakah di antara kalian pernah melihat orang lain mengucapkan terima kasih ataupun meminta maaf dengan wajah datar? Atau bahkan ada orang yang meminta tolong pada Anda dengan cara seenaknya? It doesn’t feel good. Oleh karena itu, mulailah untuk melakukan ketiga hal tersebut secara baik dan tulus hati.

Selain itu, secara “wajar” artinya jangan melakukannya dengan berlebihan, serta pertimbangkan waktu yang tepat ketika mengucapkannya. Akan terlihat annoying jika kita atau orang lain meminta maaf, meminta tolong, atau bahkan berterima kasih berkali-kali. Sekali, dua kali sudah cukup untuk mengungkapkan perasaan tersebut.

Lalu, apa manfaat jika kita bisa melakukan ketiga hal di atas?

Well, secara langsung memang tidak bisa kita rasakan manfaatnya, dan bahkan mungkin banyak orang yang tidak peduli. Tapi paling tidak, kita telah melakukan sesuatu yang baik dan menunjukkan kalau kita menghargai serta menghormati orang lain. Bayangkan jika setiap individu di negara ini bisa saling menghargai dan menghormati, maka komunikasi antar personal akan menjadi lebih baik, which leads to a better society.

Bukankah ini pelajaran anak SD?

“eARN RESPECT BY RESPECTING OTHERS”

Maaf Tolong Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s