Life Lessons – Menganggur

Secapek-capeknya seseorang bekerja, masih lebih capek seseorang yang menganggur.

– Erwin Vicko

Quote di atas saya dapatkan ketika sedang mengobrol dengan salah satu Rig Crew bernama Erwin Vicko. Beliau adalah seorang crew yang baru saja bergabung di perusahaan kontraktor tempat saya bekerja, dan usia kami hanya berbeda satu tahun.

Cukup lama kami mengobrol hingga sampai pada pertanyaan “Apa motivasi Bang Erwin untuk kerja di Rig perminyakan?”. Mulailah ia bercerita bahwa awalnya saat sekolah dulu ia bercita-cita untuk kuliah di jurusan kedokteran atau teknik perminyakan. Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang sedang lemah, ia harus segera mencari kerja untuk membantu orang tuanya dan 5 adiknya yang masih bersekolah. Dimulai dari kerja di bagian Construction yang kontraknya hanya per 3 bulan, ia mengaku cukup sulit bekerja dengan jangka waktu kontrak yang sesingkat itu. Ketika kontrak habis, maka langkah selanjutnya hanya ada 2 : kontrak diperpanjang atau harus mencari lagi pekerjaan lain, dan semua itu tergantung business needs. Setelah bekerja cukup lama di Construction, akhirnya ia mendaftar dan diterima menjadi Roustabout di salah satu perusahaan kontraktor perminyakan.

Keluarlah pertanyaan saya selanjutnya, “Abang sudah tahu sebelumnya gimana situasi kerja di Rig perminyakan? Kan butuh mental sama fisik yang kuat tuh, sudah siap?” Kemudian ia memberi tahu bahwa kakaknya sudah duluan bekerja menjadi Rig Crew jadi sudah mengetahui bagaimana kondisi kerja di Rig. Ia sudah tahu bahwa menjadi Rig Crew harus berpanas-panasan bekerja ketika siang hari selama 12 jam untuk beberapa hari, dan di hari berikutnya bekerja di dinginnya malam selama 12 jam. Capeknya memang terasa, dan untuk posisi awal Bang Erwin, gajinya bisa dibilang relatif rendah dibandingkan dengan gaji kawan-kawan Rig Crew lainnya yang memiliki posisi lebih tinggi. Kemudian keluarlah kata-katanya yang tidak akan pernah saya lupakan,

“Secapek-capeknya seseorang bekerja, masih lebih capek seseorang yang menganggur.”

Wow. Simple, yet deep.

Quote ini seharusnya membuat semua orang bersyukur dengan pekerjaannya, seringan atau seberat apapun itu. Saya juga pernah merasakan bagaimana susahnya mencari pekerjaan, ditolak di perusahaan sana sini. Dengan segala hormat, saya yang lulusan S1 saja merasa susah mencari pekerjaan, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang lulusan SMA atau bahkan kurang dari itu?

Stop right here, and think about it for a while.

Langsung saja ke hikmah yang saya dapat, karena saya yakin kalian semua mengerti makna yang terkandung dari quote di atas.

  1. Patut bersyukurlah semua yang sudah memiliki pekerjaan yang layak. Manfaatkan kesempatan tersebut, bekerjalah dengan tekun, bekerjalah untuk memenuhi tanggung jawab pekerjaan itu sendiri, bekerjalah di jalan yang benar dan baik. Bahkan jika mampu, bekerjalah hingga kalian bisa membuka lapangan pekerjaan untuk saudara kita sebangsa dan setanah air.
  2. Untuk para pelajar, belajarlah semaksimal mungkin, bukan hanya dari sisi akademik sekolah ataupun kuliah, tapi kembangkan juga kemampuan sosialisasi dengan orang lain. Tidak pernah ada yang namanya batasan dalam belajar. Percayalah bahwa semakin banyak ilmu yang kalian punya, akan relatif semakin mudah juga pencarian pekerjaan. Selain itu, selalu ingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk membantu orang tua yang telah membiayai uang sekolah kita dengan susah payah. Ingat pengorbanan mereka, saatnya kalian berkorban untuk mereka.
  3. Untuk kawan-kawan yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Bersabarlah, berdoalah, dan terus berusahalah. Selama kita melakukan ketiga hal tersebut, saya yakin Tuhan pasti akan selalu memberikan yang terbaik.

Semoga damai, rahmat, dan berkah dari Tuhan yang Mahakuasa selalu dilimpahkan kepada kita semua.

Terima kasih bang Erwin untuk pelajarannya.

“don’t just wait for opportunities to come, create them”

Life Lessons – Menganggur

6 thoughts on “Life Lessons – Menganggur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s